Kaya ? Pura-pura kalee...

“Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak”

(Ams 13:7)
Seorang pria membeli membeli sebuah jam tangan Rolex dengan harga yang sangat mahal. Pria tersebut memberi uang muka dengan sisa pembayarannya akan dilunasinya dengan cara diangsur. Permasalahan mulai terjadi gara-gara jam bergengsi itu. Ia kesulitan membayar jam tersebut bahkan terbebani dengan bunga utang yang kalau dikalkulasi menunjukkan bahwa yang ia bayar adalah dua kali harga asli jam tersebut.

Apakah orang ini benar-benar mampu membeli jam tangan Rolex?
 Tentu saja tidak! Tetapi dengan membelinya, ia mungkin keluar dari toko itu dengan merasa seperti orang yang sangat kaya raya. Banyak anak Tuhan yang seperti ini, hanya karena ingin memperlihatkan sesuatu kepada orang lain, atau supaya dilihat orang lain sebagai orang yang kaya raya, lalu ia mulai menggunakan uangnya secara keliru.
Sumber gambar: Google
Orang seperti ini adalah orang yang berlagak kaya, tetapi sebenarnya tidak memiliki apa-apa. Mereka rela mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan sesuatu walaupun itu bukanlah kebutuhan yang utama dalam kehidupannya. Mereka selalu tidak mau kalah dengan orang lain, apapun yang orang lain miliki, mereka pun akan berusaha memilikinya dengan cara apapun dan seringkali hutang menjadi solusinya. Akibatnya, mereka akan selalu dikuasai oleh kekhawatiran. Karena, mereka selalu menginginkan sesuatu yang sebenarnya bukan kebutuhan primer. Akhirnya mulai bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan karena tidak mendapatkan yang diinginkan. Mereka lupa bahwa Allah tidak akan pernah memenuhi keinginannya. Yang Allah penuhi adalah sesuatu yang benar-benar menjadi kebutuhan kita (Filipi 4:19).

Saudaraku, janganlah kita menjadi orang-orang yang sombong dan suka pamer dengan apa yang kita miliki. Lebih baik kita menggunakan harta atau uang kita untuk hal-hal yang memuliakan Tuhan (Amsal 3:9), supaya kita menjadi orang-orang yang akan selalu diberkati Tuhan.

Dan selalu bersyukur dari apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Dengan memiliki rasa bersyukur dari apa yang diberikan dapat menjauhi sikap yang pura-pura kaya. Kalau saya bisa kutip dari seorang pengusaha yang bernama Bapak Pendata Muda Tanuwijaya yang mengatakan: "Jangan memaksakan kehendak!" maka kita adalah orang-orang percaya yang MANTAP.....!
Tuhan memberkati kita semua!


=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=
Sumber: www.hikmat-tuhan.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar