ARTI SEBUAH PENGAKUAN


Ilustrasi

Seorang ayah bertanya kepada anaknya yang masih berusia tujuh tahun: 
"Kata orang, siapakah ayah?
Setelah berpikir sejenak, anak ini menjawab: 
"Ada yang mengatakan polisi, ada yang mengatakan Pak RT, ada juga yang memanggil Pak Broto!
Kemudian ayahnya bertanya lagi: 
"Menurut kamu, siapakah ayah?
Dengan wajah ceria, anak ini menjawab: "Ayahku!

Anak ini mengenal ayahnya dengan pengenalan yang bersifat pribadi dan lebih dalam dibandingkan orang lain.
Suatu kali ketika Yesus sedang berada di Kaisarea Filipi, tiba-tiba ia memunculkan pertanyaan yang tidak pernah diduga oleh murid-murid-Nya. Ia menanyakan bagaimana pendapat orang tentang siapakah Anak Manusia. Yesus bertanya terlebih dahulu tentang pendapat orang lain dan bukan pendapat mereka. Maka dengan spontan mereka menjawab bahwa orang mengenal-Nya sebagai Yohanes Pembaptis, seperti pendapat raja Herodes; ada yang mengatakan Elia karena Elia pernah dikatakan akan menampakkan diri lagi (Mal. 4:5); ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah seorang dari para nabi. Tokoh-tokoh yang disetarakan dengan Yesus adalah tokoh besar, baik di PL maupun PB; namun mereka hanya memiliki jabatan kemanusiaan. Jadi di antara orang banyak, belum ada yang mengenal Yesus dalam jabatan Keillahian-Nya. Kemudian Yesus mengajukan pertanyaan yang sama kepada murid-murid- Nya. Simon Petrus, murid yang paling cepat berespons mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Inilah jabatan Keillahian Yesus. Yesus menegaskan bahwa Allah Bapa yang memungkinkan Petrus dapat mengenal Yesus sebagai Mesias.

Pengenalan kita akan Yesus adalah pengenalan yang bersifat pribadi, bukan sekadar kata orang atau menyaksikan perbuatan-Nya bagi orang lain, tetapi karena kita mengalami sendiri hidup bersama-Nya. Ia menginginkan pengakuan yang bukan hanya berdasarkan pengetahuan, tetapi pengakuan yang lahir karena hubungan pribadi dengan Dia. Kita mudah mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, tetapi sungguhkah kita menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya yang Maha Kuasa atau kita sendiri yang masih mengendalikan hidup kita?

Renungkan: Pikirkan arti sebuah pengakuan Anda, siapakah Yesus bagi Anda?

Punya Teman Banyak di Facebook? Hati-hati Stress Mengintai


Ilustrasi
REPUBLIKA.CO.ID, EDINBURG - Orang dengan daftar 'teman' yang paling banyak adalah yang paling mungkin mendapatkan stres akibat situs jejaring sosial, menurut para peneliti. Para psikolog di Edinburgh Napier Universitymenemukan gejala baru "kecemasan terkait Facebook" dalam penelitian mereka.

Satu dari 10 (12 persen) dari mereka yang mengambil bagian dalam survei online mengatakan bahwa Facebook membuat mereka merasa cemas. Sedang tiga dari 10 (32 persen) responden menyatakan menolak permintaan teman menyebabkan perasaan bersalah dan ketidaknyamanan.

Kathy Charles, yang memimpin studi itu, mengatakan hasil penelitian mengangkat sejumlah paradoks. "Misalnya, meskipun ada tekanan besar untuk di Facebook namun mereka  telah menginvestasikan waktu yang lebih untuk situs ini."


Charles mengatakan hal ini mungkin karena tekanan pengguna merasa untuk selalu meng-update tentang kehidupan mereka untuk sejumlah besar orang. "Ini seperti menjadi saluran mini berita tentang diri Anda. Semakin banyak orang Anda memiliki, Anda merasa ada penonton di sana. Anda menjadi selebriti mini dan semakin besar penonton tekanan Anda merasa untuk memproduksi sesuatu tentang diri Anda semakin besar."

Para peneliti menanyai sekitar 200 siswa penggunaan situs, yang kini memiliki lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia. Mereka menggunakan kelompok fokus, sebuah survei online dari 175 orang dan satu-ke-satu wawancara untuk mengumpulkan data mereka.

Satu dari 10 responden survei online mengatakan bahwa mereka tidak suka menerima permintaan teman, sementara hampir dua per tiga (63 persen) mengatakan mereka menunda membalas permintaan teman. Dr Charles mengatakan bahwa mayoritas dari responden melaporkan bahwa hal terbaik tentang Facebook adalah 'menjaga hubungan', sering tanpa penjelasan lebih lanjut.

Dia menambahkan, "Tapi banyak juga yang mengatakan mereka cemas tentang menarik diri dari situs tersebut karena takut kehilangan informasi sosial penting,  membuat pengguna dalam limbo neurotik, tidak tahu apakah mereka harus bertahan di sana hanya untuk kasus mereka kehilangan sesuatu yang baik, atau meninggalkannya."
Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: ABC News / www.republika.co.id

Tiga Hari Nonstop Main Games, Pria Cina Meninggal


REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING - Seorang warga Cina dikabarkan tewas setelah tiga hari berturut-turut menghabiskan waktunya bermain game online. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pria berusia 30 tahun yang tidak disebutkan namanya itu sempat kehilangan kesadaran karena selama tiga hari tidak makan dan tidur.
Ilustrasi
Menurut BBC, pria tersebut menghabiskan waktunya selama tiga hari terakhir di sebuah kafe warnet di pinggirian kota Beijing. Sejumlah pengunjung kafe internet yang berada di lokasi kejadian itu segera melarikan pria tersebut ke rumah sakit terdekat untuk memperoleh pertolongan. Namun sayang, nyawanya tidak terselamatkan. 
Sebelum tewas, pria tersebut mengaku telah menghabiskan uang senilai 1.500 dolar AS (Rp 13 juta) untuk memuaskan hobinya tersebut. Kasus serupa sebenarnya pernah terjadi pada 2005. Seorang pria berusia 28 tahun saat itu ditemukan tewas di Korea Selatan setelah bermain game online selama 50 jam nonstop.
Saat ini warga yang menggunakan internet untuk memenuhi kebutuhan informasi di Cina mencapai 450 juta orang. Mereka umumnya adalah anak muda atau remaja. Jumlah tersebut termasuk mereka yang menggunakannya untuk permainan game online.
Menurut blogs.FT.com, hasil riset menunjukkan puluhan juta pemuda di Cina telah kecanduan permainan internet. Meski penguasa Cina telah membatasi penggunaan fasilitas komunikasi tersebut karena alasan keamanan, jumlah pengguna jasa permainan melalui internet di Cina telah melampaui angka pengguna permainan internet di Amerika Serikat.
Sumber. www.republika.com

Keberanian Gadis Kecil Membantu Kelahiran Ibunya


from. Vivanews.com
VIVAnews - Lauren Burman agaknya bakal memiliki hubungan sangat khusus dengan adik bayinya. Gadis tujuh tahun tersebut berperan sebagai bidan dan membantu proses kelahiran adiknya di rumah.

Sang ibu, Claire, mengalami tanda-tanda kelahiran lebih cepat delapan minggu daripada perkiraan. Wanita 27 tahun ini tiba-tiba merasa akan segera melahirkan bayi.

Dengan sigap, Lauren segera membantu ibunya ke tempat tidur dan menenangkannya. Ia baru berlari meminta bantuan tetangga, Linda Platts, saat melihat kepala adiknya menyembul keluar.

"Cepatlah, ibu saya akan segera melahirkan," ujar Linda menirukan kalimat Lauren saat meminta bantuan, seperti dikutip Daily Mail. "Saat ke kamar ibunya, saya melihat kepala bayi sudah tampak."

Mereka segera memanggil ambulans. Namun, bayi yang kemudian diberi nama Charley telah lahir dengan bobot 2,6 kilogram. Bayi prematur dalam usia kandungan tujuh bulan tersebut mengalami kesulitan bernapas akibat terlilit tali pusar.

Linda perlahan membuka lilitan dan memijat lembut dada si bayi. Beberapa detik selanjutnya Charley mulai dapat bernapas normal.

Lauren mengatakan dirinya sangat bangga menjadi orang pertama yang melihat adiknya. "Saat Charley besar, saya akan mengatakan padanya bahwa sayalah yang pertama kali melihatnya setelah dilahirkan."

Walaupun awalnya merasa jijik dan takut, Lauren menyebut hari kelahiran adiknya sesuatu yang pantas dikenang. "Saya akan mengingat hari itu seumur hidup. Dia adik terbaik yang pernah saya dapatkan," katanya menambahkan.

Claire pun memuji keberanian anak sulungnya. "Dia membawa saya ke tempat tidur dan mencoba menenangkan saya. Saat kepala adiknya menyembul, ia baru menyadari saya benar-benar akan melahirkan."

"Lauren lebih tenang di tengah kepanikan saya. Terima kasih Lauren." Claire menambahkan.

Setelah pertolongan pertama oleh putri dan tetangganya, Claire Rotherham langsung dibawa ke rumah sakit dan dirawat semalam sebelum diperbolehkan pulang ke rumah.
Sumber: Vivanews.com., 
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila
                                                                                                                                                          SABTU, 26 FEBRUARI 2011, 07:07 WIB

MENIKMATI APA YANG KITA MILIKI

Pengkhotbah 6:1-12
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, ... tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya,- Pengkhotbah 6:2

Ilustrasi
Memiliki kekayaan yang berlimpah bukanlah jaminan bahwa serta merta kita akan merasakan kebahagiaan. Itu sebabnya ada hal yang lebih penting dari sekedar memiliki kekayaan, yaitu bagaimana kita menikmati apa yang kita miliki. Adalah hal yang sia-sia jika kita mampu memperoleh kekayaan, tapi tidak memiliki kuasa untuk menikmati apa yang kita miliki.



Dalam buku The Rockefeller Billions diceritakan kisah hidup John D. Rockefeller yang sangat menarik. Dia adalah seorang konglomerat yang dermawan dan sangat sukses karena memiliki penghasilan per minggu sekitar satu juta dollar! Namun sayang ia tidak bisa menikmati kekayaannya tersebut, ia mengidap sejumlah penyakit sehingga dokter hanya memperbolehkan dia makan sedikit sekali. Berat badannya kurang dari 100 pon. Untuk makan pagi ia hanya boleh minum beberapa tetes kopi, satu sendok sereal, satu garpu telor. Rockefeller adalah orang yang paling kaya di jamannya, tapi dia tidak bisa menikmati apa yang ia miliki!
Ilustrasi


Pendek kata, apa gunanya kita bisa memperoleh kekayaan yang berlimpah, mendapatkan kedudukan yang tinggi, atau bahkan pengaruh yang luas, kalau pada akhirnya kita tidak bisa menikmati hidup ini? Memang ironis melihat mereka yang memiliki segalanya di dalam hidup tapi bahkan tidak bisa menikmati sedikitpun dari apa yang mereka miliki.



Ilustrasi
Marilah kita belajar untuk menikmati hidup yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. Pada hakekatnya kita tahu bahwa hidup bukan hanya untuk sekedar dijalani, melainkan perlu dinikmati juga. Itu sebabnya kita yang sedemikian terobsesi dengan bagaimana memperoleh kekayaan tapi lupa bagaimana menikmati kekayaan tersebut, adalah baik untuk kita merenungkan sebentar perjalanan hidup kita. Adalah hal yang indah jika semua yang kita peroleh merupakan berkat yang dapat kita nikmati, baik untuk kita maupun bagi orang lain.


Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
Lukas  9:25 


Hidup bukan hanya sekedar untuk dijalani,
tapi juga untuk dinikmati.


Sumber: Menikmati Hidup, www.renungan-spirit.com
(by. Dioni)

Editor.: Ronald TP. Sinaga U.

MENGATASI EMOSI NEGATIF

Ilustrasi
Emosi dalam Kamus bahasa Indonesia mempunyai arti luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat; atau keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan (keberanian yang bersifat subjektif)). Emosi menurut N.H. Frieda (dalam bukunya yang berjudul Moods, Emotion Episodes and Emotions) adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu dan reaksi terhadap seseorang atau kejadian. Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Prancis, √©motion, dari √©mouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. Dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa emosi merupakan gejala atau reaksi seseorang terhadap orang lain atau sesuatu.

Orang Kristen yang sehat emosinya ialah orang yang ‘sadar’ akan emosinya. Sadar akan emosinya bukan berarti menahan / mengabaikan / menekan / menyimpan dalam hati tetapi menyadari bahwa emosi yang negatif itu sebagai pemicu untuk bertumbuh secara rohani melalui pembaharuan dalam cara berpikir setiap hari. Ada tiga emosi negatif yang mendasar, yaitu
1.  Kemarahan
Ilustrasi
adalah reaksi terhadap ‘sasaran’ yang terhalang.
Ada tiga hal yang menyebabkan kemarahan, yaitu
-       Frustasi. Kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan berkenaan dengan rencana-rencana kita.
-       Penghinaan. Kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan berkenaan dengan status kita. Kita seperti “kehilangan muka” dan merasa telah kehilangan perasaan dihargai.
-       Penolakan. Kita tidak memperoleh apa yang kita inginkan berkenaan dengan “kasih: kita. Kita tidak lagi merasa aman dan dihargai.
Dalam firman Tuhan dijelaskan bahwa kemarahan tidak selalu menunjukkan cara berpikir yang salah. Tuhan Yesus sendiri pernah marah karena dosa yang dilakukan oleh manusia (Matius 20:24; Markus 3:5; 8:33; 10:14). Marah yang benar itu terkendali dan beralasan (tidak mementingkan diri sendiri, tidak memendam kebencian, atau sakit hati). Karena marah yang benar itu bertujuan untuk menentang tindakan atau keadaaan yang salah, dan bukan menentang pribadi, maka marah itu haruslah diikuti dengan tindakan yang membangun untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Mengatasi kemarahan yang ada pada kita tidaklah mudah tetapi dapat dilatih dengan cara "membiarkan" diri kita untuk tenang dan menanggapi masalah dengan "kepala dingin". 

2.  Depresi
Ilustrasi
adalah akibat dari ‘sasaran’ yang tidak tercapai.
Depresi dapat diakibatkan oleh keadaan-keadan fisik seperti diet yang salah, kurang istirahat, atau reaksi terhadap obat-obatan tertentu. Depresi juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan biokimia, gangguan hormonal atau infeksi. Atau mungkin disebabkan oleh kematian orang yang kita kasihi, kehilangan pekerjaan, atau kesempatan lain. Depresi juga dapat disebabkan oleh rasa bersalah karena dosa dan lain-lain. Depresi disebabkan serangan dari dalam diri kita sendiri. Kita menghakimi diri kita bahwa kita sudah gagal, dan bahwa kegagalan ini dapat menghancurkan harga diri kita. Kemudian mengambil kesimpulan bahwa kita tidak berharga. Orang seperti ini akan kehilangan perspektif dan menarik diri dari orang lain.
Mengatasi rasa depresi kita perlu mengevaluasi diri apakah kita sedang berusaha untuk diterima orang lain melalui penampilan, prestasi, atau status kita. Selain itu kita perlu menggantikan pemikiran yang negatif mengenai nilai kita dengan kebenaran-kebenaran bahwa Allah yang penuh kasih menerima kita sepenuhnya, karena Ia adalah ALLAH yang setia dan adil.
 “Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau” 
Yesaya 43:4

3.  Kecemasan
Ilustrasi
adalah ‘sasaran’ yang tidak pasti; perasaan ngeri atau gelisah, tetapi tidak seperti rasa takut, kecemasan mungkin timbul tanpa alasan yang jelas.
Kecemasan timbul akibat dari tolak ukur yang tidak realistis yang ditentukan oleh orang lain atau oleh kita sendiri. Kita dapat melihat bahwa penyebab dari rasa cemas ini berhubungan dengan cara berpikir yang salah atau salah dalam memilih tidakan atau perilaku kita.
Kesadaraan akan adanya rasa cemas dalam situasi tertentu dapat merupakan petunjuk terhadap asumsi-asumsi yang kita buat berkenan dengan hal-hal yang menyebabkan kita merasa diterima dan dihargai.
Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.
Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.
Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.
Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.
Lukas 12:29-32



Dengan mengenal emosi yang dialami, kita dapat menentukan apakah kita sedang bereaksi terhadap sasaran yang terhalang, sasaran yang tidak pasti atau sasaran yang kita anggap tidak tercapai. Hal ini dapat menolong kita untuk menunjukkan secara tepat sasaran dibalik perilaku atau tindakan yang kita pilih.
Sumber: Majalah Kalam Hidup Edisi Januari 2011
Editor: Ronald TP. Sinaga U.

Hal Terlarang Saat Valentine

Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta: Valentine sudah dekat, kamu tentu tak ingin melewatinya begitu saja. berbagai persiapan sudah banyak kamu lakukan untuk merayakan hari kasih sayang ini. Saking kepinginnya membuat hari tersebut berkesan, kamu mungkin melakukan hal-hal yang sebenarnya harus dihindari saat itu. Berikut ini adalah beberapa hal atau kesalahan umum yang mungkin pernah kamu lakukan. Simak yang berikut ini :

Buat yang Single
Saat kamu jomblo alias single, hindari kencan pertama dengan orang yang baru kamu kenal saat valentine. Hal ini dikarenakan moment valentine akan menambah tekanan asmara, lebih baik tahan dulu. Habiskan valentine dengan teman atau keluarga kamu.

Buat Yang Patah Hati
Saat kamu patah hati atau baru putus dari pacar kamu, hindari menghubungi mantan hanya untuk membuat valentine lebih meriah. Memang sepi rasanya, tapi bukan berarti valentine dilakukan dengan mantan kan?

Buat Yang Baru Jadian
Bagi yang baru jadian, tentu merasakan perasaan yang selalu berbunga-bunga, apalagi saat mendekati valentine seperti ini. Tapi yang perlu kamu ingat adalah jangan berharap lebih dengan valentine itu sendiri, apalagi jika pacar kamu tipe orang yang tidak begitu suka merayakan valentine. Ingatlah bahwa perasaan dan ungkapan kasih sayang bisa diungkapkan kapanpun dan dimanapun. Atau mungkin banyak yang meyakini bahwa hari valentine adalah hari spesial dimana pada hari itu sang pria akan menunjukkan kecintaannya kepada wanita. itu salah, kadang pria pun ingin diperlakukan spesial di hari valentine.

Buat Yang Sudah Menikah
Jika kamu sudah menikah, jangan pernah berpikir bahwa hari valentine adalah khusus untuk para remaja. Jadikan valentine sebagai ajang yang bisa memicu beberapa hal romantis dalam hubungan kamu. Momen inilah justru yang ditunggu untuk meningkatkan kedekatan kamu dengan pasangan kamu. (Ask/ARI)
Aribowo Suprayogi